Wisata Malam at Batu
Route: Payung - Gunung Banyak (Paralayang) - Lokasi penggerebekan dr. Azhari - Lokasi kecelakaan 8 Mahasiswa UM&UMM.
With: Warga 2B (Arif, mas Rizal, Ari, Agung Lamongan, Aan)
Ride: Motor butut berboncengan :P
Spended time: 19:30 - 22:30 WIB
Hampir 8 tahun di Malang dan baru kali ini saya ngopi di Payung, Batu. Payung merupakan tempat wisata kuliner yang memiliki pemandangan yang indah karena berada di dataran yang agak tinggi. Jika kita melihat ke bawah, kita bisa menikmati pemandangan lampu-lampu di malam hari. Berhubung sore tadi saya sudah jajan bakso, jadi saya hanya pesan Moccacino dan jagung bakar pedas. Rasanya, wow! Mantab! :) Sembari ngobrol-ngobrol cerita serem di daerah Kasembon dan foto-foto narsis, sekitar jam setengah 10 akhirnya kami sepakat untuk berpindah tempat menuju Gunung Banyak atau yang lebih dikenal dengan Paralayang.
Paralayang merupakan tempat wisata outbound yang biasa digunakan untuk olahraga paralayang. Tempat ini menurut temen saya yang doyan nonton tv udah pernah berkali-kali diliput diberbagai stasiun tv. Bahkan beberapa waktu yang lalu, tempat ini dijadikan setting untuk acara Koki Cilik, begitu katanya. :D Jarak lokasi dari Payung tidak terlalu jauh, tapi di malam hari jalanannya agak mencekam karena sepi dan tidak ada lampu penerangan. Saya jadi was-was, jangan-jangan nanti ada begal nih. Tapi alhamdulillah perjalanan lancar sampai ke tujuan. Dibandingkan dengan Payung, pemandangan di sini lebih indah. Dari sini kita bisa melihat Kota Batu dengan lampu-lampunya yang gemerlapan. Mirip lautan bintang. Kebetulan saat itu lagi sepi pengunjung, yang ada hanya rombongan kami ber-6 dan 1 rombongan lagi yang sedang asyik ngobrol dan mengabadikan keindahan kota Batu dari atas dengan kamera DSLR nya. Sedangkan kami sendiri asyik dengan acara narsis-narsisan. hahaha Oya, di atas sini sama sekali tidak ada penerangan, jadi kerasa damai banget rasanya. :)
Setelah puas menikmati Kota Batu dari atas bukit, kami beranjak pulang. Namun di tengah jalan kami memutuskan untuk melihat-lihat rumah bekas tempat penggerebekan dr. Azhari, buronan yang paling di cari oleh kepolisian Indonesia. Lokasinya tidak terlalu jauh dari Payung. Kondisi rumahnya rusak berat, di dindingnya terlihat bekas tebasan peluru-peluru tajam dari kesatuan Densus 88. Sedangkan rumah di sisi kanan dan kirinya gelap seperti tak berpenghuni. Setelah rasa penasaran terpenuhi, kami melanjutkan perjalanan pulang. Namun di tengah jalan (masih di Kota Batu), teman saya berhenti sejenak di dekat sebuah pohon. Temen saya yang lain pun ikut berhenti dan bertanya, "kenapa berhenti?". Dan dengan tenangnya teman saya menjawab, "ini lho, lokasi kecelakaan mahasiswa UM & UMM dulu." Set dah! Hawa-hawa horornya menurut ane masih kerasa banget. Pohonnya sih masih berdiri kokoh, namun 2 atau 3 bangunan yang tepat berada di depan pohon tersebut terlihat telah dibongkar. Apakah pembongkaran tersebut ada kaitannya dengan kecelakaan tragis tersebut? Entahlah...

